Selasa, 09 November 2010

MANAJEMEN DAN LINGKUNGANNYA


BAB 4
MANAJEMEN DAN LINGKUNGANNYA   
Setiap organisasi, baik yang yang berskala besar, menengah, maupun kecil semua akan berinteraksi dengan lingkungan dimana organisasi berbeda.
Lingkungan organisasi (organizational environment) dapat diartikan sabagai kekuatan – kekuatan  yang memperngaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja organisasi.
Penulis lainya membagi lingkungan organisasi menjadi dua bagian, yaitu lingkungan makro (macro environment) dengan lingkungan mikro (mikro enviroment).
Pada bagian ini akan secara khusus mengkaji lingkungan eksternal perusahaan (external enviroment), baik yang sifatnya langsung (direct) maupun yang sifatnya umum (general enviroment) dan lingkungan internal perusahaan (internal envioment). Pada gambar 4.1 dibawah ini

Manajemen dan Lingkungannya
A.  LINGKUNGAN EKSTERNAL LANGSUNG
Lingkungan eksternal langsung merupakan kekuatan-kekuatan yang berada diluar kemampuan atau kendali perusahaan yang berpengaruh secara langsung terhadap kinerja organisasi dan manajemen.
Lingkungan tesebut meliputi; perusahaan, penyedia, penglanggan, lembaga perantara, pesaing, dan masyarakat umum.
Perusahaan.
Di dalam organisasi atau perusahaan tentu memiliki bidang-bidang kegiatan atau yang sering kali kita sebut sebagai fungsi-fungsi,  antara lain fungsi keuangan, operasional, pemasaran, sumber daya manusia, penelitian, dan pengembangan, serta akuntansi.
Pemasok.
Pemasok ini berfungsi sebagai penyedia fasilitas dan sarana yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Pelanggan.
Pelanggan atau konsumen memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda-berda. Perbedaan itu disebabkan karena mereka memiliki latar belakang budaya, ekonomi, dan pendidikan yang berbeda-beda.
Lembaga Keuangan.
Lembaga ini berperan sebagai penjamin sekaligus penyedia sumber dana keuangan yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Pesaing.
Persaingan yang semakin ketat menuntut manajemen untuk memperhatikan para pesaingnya. Manajemen harus waspada dan mengawasi gerak gerik pesaing.
Pemerintah.
Peranan pemerintah sangat besar dalam keberhasilan suatu organisasi.
Melalui kebijakannya pemerintah sering kali bertindak kurang proposional dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dalam organisasi.
B. LINGKUNGAN UMUM PERUSAHAAN
Lingkungan umum merupakan lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja organisasi dan hampir semua organisasi dipengaruhi oleh lingkungan tersebut. Komponen-komponen  dari lingkungan umum tersebut meliputi : demografi, ekonomi, alam, teknologi, politikk, dan budaya.
Demografi.
Isu-isu penting yang perlu diamati oleh manajemen dalam lingkungan demografi itu antara lain perubahan tentang stuktur umum penduduk, permasalahan jenis kelamin (gender), ras, peluang kerja dan penggaguran, serta masalah-masalah yang menyangkut urbanisasi.
Ekonomi.
Lingkungan ekonomi yang mempengaruhi prestasi kerja dari suatu organisasi meliputi, tingkat pertunbuhan ekonomi, tingkat pendapatan masyarakat, perubahan selera dan pola pengeluaran konsumen yang diakibatkan dari perubahan pendapatan.
Alam.
Sumber daya alam memberikan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh organisasi.
Dan sebaliknya, organisasi tidak dapat melakukan aktivitas dengan baik kalau bahan-bahan yang perlu tidak tersedia.
Teknologi.
Lingkungan teknologi merupakan kekuatan yang dapat menciptakan produk dan pasar baru.
Teknologi yang canggih akan dapat menciptakan daya saing yang kuat bagi organisasi yang pada akhirna merubah cara kerja organisasi.
Politik.
Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sering kali bermuatan politis. Ada beberapa organisasi yang diuntungkan dari kebijakan terdebut, dan ada pula organisasi yang dirugikan bahkan menjadi mati karena kebijakan yang dibuat tersebut bermuatan politis.
Sosial dan Budaya.
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya dibahwa kehidupan organisasi tidak terlepas dari dinamika lingkungan disekitarnya. Masyarakat dan budaya merupakan kekuatan yang secara umum mempengaruhi kehidupan oganisasi yang tercermin dari presepsi, nilai-nilai kemasyarakatan dan agama, parilaku dan kepercayaan.
C.  LINGKUNGAN INTERNAL PERUSAHAAN
Lingkungan internal perusahaan merupakan kekuatan-kekuatan yang ada dalam organisasi itu sendiri dan sifatnya dapat dikontrol oleh manajemen.  Kekuatan-kekuatan yang ada dalam lingkungan internal tersebut meliputi, pekerja, dewan komisaris, dan pemegang saham.
Pekerja/karyawan.
Karyawan merupakan salah satu sumber dan sekaligus input yang berharga yang dimilki oleh perusahaan.
Dewan Komisaris.
Untuk ukuran organisasi atau perusahaan besar semacam PT, biasanya terdiri dari beberapa bahkan ribuan orang yang terlibat didalamnya.
Pemegang Saham.
Para pemegang saham memiliki kepentingan tanggung jawab tertentu pada perusahaan.
D.  HUBUNGAN LINGKUNGAN DAN ORGANISASI
Dalam model ini Thomson membagi dua dimensi utama yang digunakan yaitu;
1. Tingkat perubahan, dan
2. Tingkat homogenitas.
Sementara itu, tingkat homogenitas melihat sejauh mana lingkungan yang diukur dengan skala homogenitas sederhana dan homogenitas kompleks.
Gambar 4.2 berikut ini.

Model Hubungan lingkungan dan Organisasi Thomson
Perbedaan tingkat ketidakpastian tersebut menurut manajer untuk mengambil tindakan antisipasi yang berbeda pula. Semakin besar ketidakpastian lingkungan yang dihadapi oleh organisasi,maka semakin lingkungan itu membatasi pilihan-pilihan dan kebebasan para manajer untuk menentukan nasib mereka sendiri.
Strategi pertama, melakukan penyuasaian terhadap perubahan lingkungan.
Kedua, melakukan pemantuan lingkungan secara tidak langsung.
Ketiga, Mempengaruhi lingkungan langsung.
E.  TANGGUNG JAWAB SOSIAL MANAJER
Intisari dari pandangan tangung jawab sosial adalah bahwa organisasi harus bersifat reaktif dan proaktif.
Berbagai kelulahan-keluhan (complain) akan datang dari kelompok tertentu, dan organisasi bertanggung jawab secara sosial bila mereka bereaksi.
                Keterlibatan perusahaan minuman ekstra joss dalam mendukung prestasi olah raga indonesia di olimpiade merupakan bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan. Tanggung jawab perusahaan dapat dikelompokan menjadi empat, yaitu;
Ø  Pertama, tanggung jawab terhadap pelanggan.
Ø  Kedua, tanggung jawab kepada karyawan atau pekerja.
Ø  Ketiga, tanggung jawab terhadap pemegang saham, baik mayoritas ataupun minoritas dan.
Ø  Keempat, tanggung jawab kepada masyarakat dan alam sekitarnya.
                ETIKA MANAJER
                Etika menurut pengertian umum adalah prinsip-prinsip perilaku yang ada membedakan antara yang baik, buruk dan yang benar,salah. Pentingnya perhatian terhadap etika manajer ini disebabkan berbagai faktor.
Ø  Pertama, meningkatnya perilaku diskriminasi manajer
Ø  Kedua, mempengaruhi kehidupan masyarakat dan perusahaan.
Ø  Ketiga, sulitnya menentukan tindakan etik.
Walaupun terdapat kesulitan dalam menentukan mana tindakan yang etis dan tidak, namun etika manajer itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor :
Ø    Manajer sebagai pribadi
Ø    Organisasi itu sendri
Ø    Lingkungan eksternal
MANAJEMEN DAN GLOBALISASI
Michael Porter mengajukan empat unsur pokok yang berkaitan dengan lingkungan (faktor keunggulan bersaing) agar bisa tetap kompetitif dalam ekonomi global.
Strategi, struktur, dan persaingan perusahaan. Kondisi dalam suatu bangsa yang mempengaruhi cara kerja organisasi berhubungan satu dengan yang lainya. Persaingan domestik mendorong inovasi dan pengembangan keunggulan bersaing
Kondisi permintaan
Permintaan domestik terhadap produk dan jasa suatu industri. Bila pelanggan meminta maka perusahaan harus menanggapi dengan produk dan jasa bermutu tinggi dan inovasi
Faktor kondisi
Komponen-komponen yang terkait dalam menghasilkan barang-barang dan jasa seperti kerja terampil, infrastruktur ekonomi, dan adanya bahan-bahan mentah atau sumber daya alam.
Industri terkait dan pendukung
Adanya negara atau industri pemasok yang bersaing secara internasional. Kemampuan untuk menyediakan sumber daya input dan jasa yang diperlukan untuk mendukung produksi barang.

SEJARAH DAN TEORI MANAJEMEN


BAB 3
SEJARAH DAN TEORI MANAJEMEN
  1.  SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN
Sejarah perkembangan manajemen tidak jauh berbeda dengan perkembangan manusia itu sendiri. Artinya, bahwa manajemen telah berlangsung sejak manusia itu berada dibumi ini, seiring dengan perkembangan dan tuntutan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada jaman purba atau jaman batu, manusia manusia juga menggunakan keterampilan dan keahlianya untuk membuat alat-alat dari batu guna merealisasikan tujuan hidupnya.
Ilmu Pengetahuan serta teknologi (IPTEK) terus tumbuh dan berkembang, pertumbuhan itu sekaligus juga mengembangkan keterampilan manajemen umat manusia.


Akhirnya kita harus pula mempelajari perkembangan dimasa mendatang yang tentu saja akan menentukan arah pertumbuhan manajemen itu sendiri.
SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN
B. EVOLUSI TEORI MANAJEMEN
1. Teori manajemen ilmiah
Gerakan manajemen ilmiah sebenarnya telah dimulai akhir abat yang lalu, Amerika Serikat dan Eropa mencari dan mengembangkan cara-cara baru untuk mengelola manajemen.
                Beberapa variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah adalah sebagai berikut :
  1. Pentingnya peranan manajer dalam menggerakan dan meningkatkan produktivitas perusahaan.
  2. Pengangkatan dan pemanfaatan tenaga kerja dengan persyaratan-persyaratan.
  3. Tanggung jawab kesejahteraan pegawai/karyawan.
  4. Kondisi yang cukup untuk meningkatkan produktifitas kerja.
Untuk lebih jelasnya marilah kita ikuti beberapa teori ilmiah menurut dan pencetusnya secara kronologis dapat dikemukakan sebagai berikut :
Robert Owen (1771-1858)
Ia adalah seorang manajer beberapa pabrik pemintal kapas di New Lanark Scotlandia semenjak tahun tahun 1800 an. Dalam teorinya ia menekankan tentang peranan sumber daya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan.
Charles Babbage (1792-1971)
Ia adalah seorang profesor matematik yang telah banyak mencurahkan perhatiannya bagi cara-cara kerja di pabrik supaya lebih efisien.
Babbage menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan.
Frederick W.Taylor
Penelitan F.W Taylor tentang studi kerja (time and motion studies)  pada bagian produksi dimana dia bekerja, diperusahaan Midvales Stell. 
Taylor menekankan bahwa metode pendekatan ini disebut sebagai ”sistem upah defferensiasi” (defferensial rate system).
Empat Prinsip Manajemen Menurut Taylor
  1. Kembangkanlah sebuah ilmu bagi setiap unsur pekerjaan seseorang, yang akan menggantikan metode kaidah ibu jari yang lama.
  2. Secara ilmiah pilihlah dan kemudian latihlah, ajarilah atau kembangkanlah pekerja tersebut, (sebelumnya, para pekerja memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih diri mereka sendiri semampu mereka).
3.   Bekerja samalah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja untuk menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prinsip ilmu yang dikembangkan tadi.
4. Bagilah pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir merata antara pimpinan dengan para pekerja. Menajemen mengambil alih semua pekerjaan yang lebih sesuai baginya ketimbang bagi para pekerja.
Henry L.Gantt (1861-1919)
                Juga bertitik tolak pada usaha meningkatkan produktifitas, efisien dan efektifitas kerja dengan rangsangan upah atau insetif. Gagasan Henry L Gantt mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor, antara lain :
  1. Kerja sama yang paling menguntungkan antar manajer dan karyawan.
  2. Mengenai metode seleksi yang ilmiah untuk menentukan tenaga kerja yang benar-benar tepat.
  3. Sistem bonus dan penggunaan intruksi dalam pengaturan kerja.
Frank Lilian M Gilberth (1868-1924 dan 1978-1972)
Sementara itu menurut M. Gilberth dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelalahan, maka akan mempunyai pengaruh terhadapat upaya untuk mengoptimalkan kemampuan pekerja sebagai manusia.
Jadi setiap pekerja harus bisa berfungsi sebagai pelaku, pelajar dan berharap akan kesempatan baru.
Herrington Emerson (1853-1931)
Herrington Emerson melihat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen di dalam industri ialah adalah adanya masalah pemborosan dan efisiensi.
                Oleh karena itu dia mencetuskan ide-ide yang terformulasikan dalam 12 prinsip sebagai berikut :
  1. Perumusan tujuan dengan jelas.
  2. Kegiatan yang dilaksanakan masuk akal.
  3. Tersedianya staf yang cakap.
  4. Terciptanya displin kerja.
  5. Pemberian balas jasa yang adil.
  6. Laporan terpecaya, cepat, tepat dan kontinyu.
  1. Pemberian intruksi-perencanaan dari urutan-urutan kerja.
  2. Adanya standar-standar dan skedul, metode dan waktu setiap kegiatan.
  3. Kondisi yang standar.
  4. Operasi yang standar.
  5. Intruksi-intruksi praktis tertulis standar.
  6. Balas jasa efisien-rencana insetif.
Sumbangan dan Keterbatasan Manajemen Ilmiah
Kelemahan lain adalah tenaga kerja sebagai salah satu faktor produksi tidak atau kurang mendapatkan perhatian atas kebutuhan sosialnya, personalitynya, yaitu justru hal ini sangat dibutuhkan.
C. TEORI MANAJEMEN KLASIK
Henry Fayol (1841-1925)
Henry Fayol adalah seorang idustriawan Perancis yang kemudian terkenal sebagai bapak manajemen, dalam bukunya yang tekenal yang berjudul Administration Industrielle et generale.
Fayol berpendapat, bahwa kegiatan-kegiatan perusahaan industri dapat dibagi kedalam beberapa kelompok tugas yaitu :
Ø  Technical. Merupakan kegiatan memproduksi dan membuat produksi kegiatan meliputi merencanakan dan mengorganisir produk.
Ø  Commercial. Meliputi kegiatan membeli bahan-bahan yang dibutuhkan dan menjual barang. (hasil produksi).
Ø  Finacial. Kegiatan pembelanjaan, yakni meliputi kegiatan mencari modal dan bagaimana menggunakan modal tersebut.
Ø  Security. Yaitu kegiatan yang dilakukan untuk menjaga keamanan
Ø  Akutansi. Meliputi dari kegiatan mencatat.
Ø  Tugas manajerial. Melaksanakan fungsi-fungsi yang ada dalam manajemen.
James D. Mooney
Menurut James D. Mooney, kaidah-kaidah yang diperlukan untuk menentukan organisasi manajemen adalah sebagai berikut :
Ø  Koordinasi, merupakan kaidah yang menghendaki adanya wewenang, saling melayani, perumusan tujuan dan kedisiplinan yang tinggi.
Ø  Prinsip Sklar, yaitu suatu prinsip yang mengindetifikasikan tentang hubungan kepimpinan. Pendelegasian dan antara fungsi-fungsi tertentu yang dibutuhkan.
Ø  Prinsip Fungsional, merupakan suatu prinsip yang mendefinisikan berbagai macam tugas yang harus diselesaikan serta dalam usaha mencapai tujuan bersama.
Ø  Prinsip Staf, merupakan prinsip yang membedakannya sebagai manajer dan lini lainya.
Mary Parker Follwet (1868-1933)
Tokoh ini yang memberikan sumbangan terhadap pandangan prinsip-prinsip administrasi adalah Mari Parker Follet, saat kematiannya pada tahun 1933 dianggap sebagai satu dari satu wanita terpenting yang dihasilkan oleh Amerika Serikat dibidang sosiologi dan kewarganegaraan.
Arti penting yang lebih jauh dari pandangan Follet terlihat dalam Dynamic Administration:
The Collected Papers of Mary Parker Follet. Follet berpendapat bahwa dengan membuat karyawan merasa memiki perusahaan atau tercipta rasa tanggung jawab kolektif.
Chaster I. Bernardn (1886-1961)
Chaster memandang oranisasi sebagai system kegiatan yang diarahkan pada tujuan. Fungsi-fungsi utama manajemen, menurut pandangan Bernard adalah perumusan tujuan-tujuan dan pandangan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Bernard menekankan pentingnya  pralatan komunikasi untuk pecapaian tujuan kelompok.
D. PENDEKATAN HUBUNGAN MANUSIAWI
Pendekatan sumber daya manusia menyatakan bahwa manusia pada dasarnya bersifat social dan ingin mengaktualisasikan dirinya. Menurut pendekatan ini, ditempat kerja orang berusaha untuk memuaskan kebutuhan sosialnya, memberikan reaksi tekanan dari kelompok serta berusaha memenuhi kebutuhan pribadi.

Studi Hawthorne
Mereka meneliti lebih lanjut tentang efek kelelahan karyawan terhadap output yang dihasilkan:
Pertama, adalah suasana kelompok, dimana para pekerja saling menciptakan hubungan social yang mendukung serta bersama-sama ingin melakukan pekerjaan dengan baik.
Kedua, adalah pengawasan yang lebih partidipasif.
Sumbangan Dan Keterbatasan Pendekatan Hubungan Manusiawi
Penekanan kebutuhan-kebutuhan sosial dalam aliran hubungan manusiawi melengkapi pendekatan klasik, sebagai usaha untuk meningkatkan produktifitas.
Mayo menekankan pentingnya gaya manajer dan oleh karenanya oranisasi perlu merubah latihan manajemennya.
Teori hubungan manusia ini menghilami para ilmuwan perilaku manusia seperti Argyris, Maslow dan Mc Gregor untuk mengkaji lebih mendalam tentang motivasi.
E. PENDEKATAN MANAJEMEN MODERN
Manajemen modern pada dasarnya dibangun atas dua konsep utama, yaitu teori tentang prilaku organisasi (organizational behaviuor) dan manajemen kuantitatif (management scince)
Teori Perilaku
                Pandangan-pandangan umum dalam teori perilaku ini ditandai oleh tiga tingkatan kelompok prilaku, yaitu :
1)      Perilaku individu per individu,
2)      Perilaku individu dengan kelompok sosial, dan
3)      Perilaku antar kelompok sosial.
                Beberapa nama yang menganut teori ini antar lain :
  1. Douglas McGregor melalui teori X dan Y nya
  2. Abraham Maslow yang mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.
  3. Frederch Herzberg yang menguaikan teori motivasi higenis atau terori dua faktor.
  4. Robert Blake dan Jane Mouton yang menjelaskan lima gaya kepimpinan dengan kondisi manajerial (managerial grid)
  1. Chris Argyris yang memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya.
  2. Edgar Schein yang banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi dan sebagainya.
  3. Rensis Likert yang telah mengindetifikasikan dan melakkan penelitian secara intesif mengenai empat sistem manajemen.
  4. Fred Fiedler yang menyarankan pendekatan contigency pada studi kepemimpinan.
                Adapun pokok-pokok pikiran yang dikemukakan oleh para penganut perilaku tersebut dapat dirangkum sebagai berikut :
  1. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.
  2. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.
  3. Manajemen harus sistematik, dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara hati-hati.
  4. Manajemen teknik dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat (peranan prosedur prinsip).
                Selain empat pokok pikiran di atas, berdasarkan hasil riset perilaku dapat dikemukakan sebagai berikut :
  1. Manajer masa kini harus diberi pelatihan dalam pemahaman prinsip-prinsip dan konsep-konsep manajemen.
  2. Organisasi harus menjalankan iklim yang akan mendatangkan kesempatan bagi karyawan untuk memuaskan seluruh kebutuhan mereka.
  1. Unsur manusia adalah faktor kunci penentu sukses atas kegagalan pencapaian organisasi.
  2. Komitmen dapat dikembangkan melalui partisipasi dan keterlibatkan para karyawan.
  3. Pola-pola pengawasan dan manajemen positif yang menyeluruh mengenai karyawan dan reaksi mereka terhadap pekerjaan.
  4. Pekerjaan setiap karyawan harus disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan mereka mencapai kepuasan diri dari pekerja tersebut.
Teori Kuantitatif (management scince)
Pendekatan-pendekatan semacam ini dikenal sebagai pendekatan manajemen scince atau ilmu manajemen yang biasanya denga prosedur dan langkah-langkah sebagai berikut :
    1. Merumuskan masalah.
    2. Menyusun model matematik.
    3. Mendapatkan penyelesaian dari model.
    4. Manganalisis model dan hasil yang di peroleh dari model.
    5. Menetapkan pengawasan atas hasil-hasil.
    6. Mengadakan implementasi kegiatan.
PENDEKATAN SISTEM MANAJEMEN
Sistem dapat diartikan sebagai kumpulan dari bagian-bagian yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainya yang secara berama-sama mencapai tujuan tertentu.
Gambar dibawah menunjukan suatu organisasi sebagai suatu sistem yang saling terkait.

PENDEKATAN KONTIGENSI
Sementara pendekatan klasik, perilaku, dan kuantitatif berusaha mencari pendekatan-pendekatan manajemen yang universal, dan dapat digunakan kapan dimanapun.Dalam pendekatan ini yang dicari bukanlah cara-cara terbaik untuk mengatasi situasi tersebut, melainkan berusaha membantu manajer untuk dapat memahami perbedaan-perbedaan situasional tersebut dan meneanggapinya dengan cara-cara yang tepat.
Oleh karena itu, pendekatan kontingensi lebih banyak memasukan unsur lingkungan dalam melihat berbagai permaalahan.
Pendekatan kontigensi mencoba memformulasikan kondisi tersebut sehingga manajer dapat mencarikan jalan keluar dari permasalahan yang ada.

Senin, 08 November 2010

MANAJEMEN DAN ORGANISASI


•          BAB 1
•          MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Kehidupan manusia tidak terlepas dari sifat ketergantungan dengan mahluk-mahluk lain.
Interaksi manusia yang satu dengan yang lainnya sering kali menimbulkan keinginan untuk hidup dalam satu kelompok, baik itu kelompok yang besar maupun kelompok yang kecil sekalipun .  
Kelompok-kelompok manusia yang didalamnya terdapat lebih dari dua  orang biasanya kita sebut sebagai anggota organisasi.
Organisasi itu meresap kedalam masyarakat  dan juga kedalam kehidupan kita.
Hampir biasa dipastikan bahwa manusia akan selalu berada dalam lingkungan organisasi, baik dalam bentuk mempengaruhi atau dipengaruhi oleh organisasi yang bersangkutan.
Alasan utama mengapa organisasi itu dibentuk adalah untuk mencapai tujuan bersama.
Tujuan yang sulit dicapai sekalipun bila dilakukan secara bersama-sama  (organisasi) akan mempermudah dalam pencapaianya.
CONTOH : Semut Hitam
Sehingga organisasi itu kita anggap sebagai alat bagi masyarakat untuk mencapai tujuan hidupnya .
Pencapaian tujuan akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama atau dengan organisasi pencapaian tujuan dapat menjadi lebih efektif. 
A. PENGERTIAN DAN MANFAAT  ORGANISASI
Organisasi dapat diartikan sebagai suatu pengaturan orang-orang secara sengaja untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Rumah sakit dimana anda dirawat, perguruan tinggi tempat anda menuntut ilmu, bank dimana tempat anda menabung, dan Negara atau daerah tempat anda tinggal merupakan bentuk-bentuk  dari organisasi yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Organisasi itu umumnya memiliki 3 karakteristik utama sebagai mana tertera dalam gambar 1.1
Karakteristik pertama adalah bahwa masing-masing  organisasi memiliki tujuan-tujuan  tertentu .
Secara umum tujuan organisasi mencakup tiga bidang utama:
Pertama, mencapai tingkat keuntungan (profitability)
Kedua, mengejar pertumbuhan (growth)
Ketiga, bertahan hidup (survive) 
  
Karakteristik kedua adalah masing- masing  organisasi memiliki orang- orang. 
Tujuanya sendiri-sendiri  bukanlah dikatakan sebagai ber-organisasi.
Karakteristik ketiga adalah organisasi perlu mengembangkan suatu stuktur agar anggota dapat melaksanakan pekerjaan dengan mudah.
Organisasi dapat memberikan beberapa manfaat bagi masyarakat dan bisnis.
Manfaat tersebut adalah sebagi berikut :
Ø  Organisasi merubah kehidupan masyarakat.
Ø  Organisasi sebagai penuntut pencapaian tujuan.
Ø  Organisasi menawarkan karir.
Ø  Organisasi sebagai cagar ilmu pengetahuan.
B. PENGERTIAN MANAJEMEN
Menurut Harold Koontz dan Cyril O’donnel :
”MANAJEMEN”  adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain .
Menurut R . Terry :
”MANAJEMEN”  merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan  perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan .
Menurut James F. Stoner :
”MANAJEMEN adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan pengguna  sumber daya organisasi lainnya .
Dengan demikian istilah manajemen mengacu pada suatu proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan  kerja akan diselesaikan secara efesien dan efektif dengan dan melalui orang lain.

Pemahaman Manajemen
C. EFESIEN DAN EFEKTIFITAS MANAJEMEN    
Menurut P.Drucker, efisiensi berarti mengerjakan sesuatu dengan benar (doing things right), sedangkan efektif  adalah mengerjakan sesuatu yang benar (doing the rights).
Efisien itu menunjukkan kemampuan organisasi dalam menggunakan sumber daya dengan benar dan tidak ada pemborosan.
Sebaiknya, efektifitas menunjukan kemampuan suatu perusahaan dalam mencapai sasaran-sasaran  (hasil akhir) yang telah ditetapkan secara tepat .
1. Manajemen Sebagai Proses Kegiatan
Sebagai suatu proses kegiatan, Manajemen diartikan sebagai suatu rangkaian kegiatan yang dimulai dari kegiatan merencanakan, melaksanakan serta mengkoordinasikan kegiatan yang direncanakan dan diorganisasi tersebut dengan kegiatan mengawasi atau mengendalikan kegiatan yang dilaksanakan agar sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Efisiensi dan Efektifitas dalam Manajemen
2. Manajemen Sebagai Suatu Ilmu dan Seni
Manajemen sebagai ilmu dan seni dapat diartikan sebagai upaya pencapaian tujuaan  
Manajemen dengan pendekatan (approach) menjelaskan fenomena-fenomena dan gejala-gejala manajemen serta mentransportasikan dan mengindetifikasikan proses manajemen berdasarkan kaidah-kaidah  ilmiah.
                Manajemen sebagai suatu ilmu memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Ø  Prinsip dan konsep manajemen dapat di pelajari.
Ø  Decision making dapat didekati dengan kaidah-kaidah ilmiah.
Ø  Objek, dan sarana manajemen untuk mencapai tujuan sebagian adalah elemen-elemen yang bersifat materi.
Ø  Dalam penerapannya manajemen memerlukan pendekatan dari bidang ilmu yang lainya seperti; ilmu ekonomi, statistik, akuntansi dan lain-lain.
                Manajemen sebagai suatu seni memiliki ciri sebagai berikut:
Ø  Kesuksesan dalam mencapai tujuan sangat dipengaruhi dan didukung oleh sifat-sifat dan bakat para manager.
Ø  Dalam proses pencapaian tujuan seringkali melibatkan unsur naluri (instinct), perasaan dan intelektual.
Ø  Dalam pelaksanaan kegiatan, faktor yang cukup yang menentukan keberhasilan dalam menyelesaikan kegiatan adalah kekuatan pribadi yang kreatif ditambah dengan skill.
3. Manajemen Sebagai Profesi
Penekanan utama dalam penyebutan manajemen sebagai profesi adalah pada kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang atau manajer dengan menggunakan keahlian tertentu.
4. Manajemen Sebagai Kumpulan Orang  Untuk Mencapai Tujuan
Setiap kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih atau secara kooperatif dalam organisasi disebut sebagai aktifitas manajemen.
D. MENGAPA MEMPELAJARI MANAJEMEN
•          Alasan Pertama, adalah bahwa masing-masing individu memiliki kepentingan yang besar dalam rangka memperbaiki cara-cara pengolahan organisasi.
•          Alasan kedua, untuk mempelajari manajemen adalah adanya suatu kenyataan bahwa masing–masing  individu dalam organisasi menginginkan pengembangan karir.
E. FUNGSI DAN PROSES MANAJEMEN
Pada umumnya manajemen dibagi menjadi beberapa fungsi manajemen, yaitu merencanakan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan pengendalian kegiatan dalam rangka usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dan efesien.
Perencanaan      
Perencanaan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menentukan tujuan serta sasaran yang ingin dicapai dan mengambil langkah-langkah strategis guna mencapai tujuan tersebut.
Planning Tool = “5W + 1H”
5W
1. What
2. Why
3. Where
4. When
5. Whow
1H
How

Fungsi-fungsi dalam Manajemen
2. Pengorganisasian 
Pengorganisasian merupakan proses pemberian perintah, pengalokasian sumber daya serta penganturan kegiatan secara terkoordinir kepada setiap individu dan kelompok untuk menerapkan rencana.    
3. Pengarahan
Pengarahan adalah proses untuk membutuhkan semangat (controlling) pada karyawan agar dapat bekerja keras dan giat serta membimbing mereka dalam melaksanakan rencana untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.
4. Pengendalian
Bagian terakhir dari proses manajemen adalah pengendalian (controlling). Pengendalian dimaksudkan untuk melihat apakah kegiatan organisasi sudah sesuai dengan rencana sebelumnya. 
                Fungsi Pengendalian mencakup empat kegiatan :
  1. Menentukan standar prestasi.
  2. Mengukur prestasi yang telah dicapai selama ini.
  3. Membandingkan prestasi yang telah dicapai selama ini dengan standar prestasi yang tlah ditentukan.
  4. Melakukan perbaikan jika terdapat penyimpangan dari standar yang telah ditetapkan.

Proses Manajemen
F. KRITERIA MANAJEMEN YANG BERHASIL
               
Beberapa indikator yang bisa membawa keberhasilan bagi seorang manajer :
–        Visi, Cara pandang seseorang tentang masa depan diri dan organisasinya merupakan pengertian dari visi.
–        Pengalaman, Kita sering mendengar pepatah yang mengatakan “pengalaman merupakan guru terbaik menuju keberhasilan”.
–        Pendidikan, Sekalipun pengalaman dapat digunakan sebagai acuan tindakan masa mendatang, latar belakang pendidikan formal juga ikut memberikan sumbangan terhadap keberhasilan seorang manajer.
–        Etika, Kemampuan manajerial yang didukung oleh latar belang dan pengalaman saja tidak cukup.
–        Pola Pikir Global, Organisasi yang ingin bekerja dengan skala global harus memiliki kemampuan dan keterampilan global pula.