Jumat, 02 Juli 2010

Jaringan Komputer


oleh 'Ansy Dianzou


Komponen Jaringan

Komponen-komponen Dasar LAN
           Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai berikut:

•Workstation
           
Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer. Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu computer yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe.
Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan
jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain.

•Server
            
Perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan
workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.pada umumnya sumber daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendak digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan bekerja pada server. Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server, file server, print server, dan suatu server juga dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus.

•Network Interface Card (NIC)
            Suatu workstation tidak dihubungkan secara langsung dengan kabel Jaringan ataupun tranceiver cable, tetapi melalui suatu rangkaian elektronika yang
dirancang khusus untuk menangani network protocol yang dikenal dengan Network Interface Card (NIC).

•Network Software
            Tanpa adanya software jaringan maka jaringan tersebut tidak akan bekerja
sebagaimana yang dikehendaki. Software ini juga yang memungkinkan system komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer yang lain.


Penghubung
            Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebut secara fisik tidak terhubung. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai media transmisi yang umumnya berupa kabel. Adapun beberapa contoh dari link adalah:

1.Kabel Twisted Pair
•Kabel ini terbagi dua, yaitu Shielded Twisted Pair dan Unshielded Twisted
 Pair(UTP)
•Lebih banyak dikenal karena merupakan kabel telpon
•Relatif murah
•Jarak yang pendek
•Mudah terpengaruh oleh gangguan
•Kecepatan data yang dapat didukung terbatas, 10-16 Mbps

2.Kabel Coaxial
•Umumnya digunakan pada televisi
•Jarak yang relatif lebih jauh
•Kecepatan pengiriman data lebih tinggi di banding Twisted Pair, 30 Mbps
•Harga yang relatif tidak mahal
•Ukurannya lebih besar dari Twisted Pair

3.Kabel Fiber Optic
•Jarak yang jauh
•Kecepatan data yang tinggi, 100 Mbps
•Ukuran yang relatif kecil
•Sulit dipengaruhi gangguan
•Harga yang relatif masih mahal
•Instalasi yang relatif sulit


Alat Jaringan

Peralatan Pendukung LAN :
a.Repeater
•Pada OSI, bekerja pada lapisan Physical
•Meneruskan dan memperkuat sinyal
•Banyak digunakan pada topologi Bus
•Penggunaannya mudah dan Harga yang relatif murah
•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast
•Hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus menunggu.

b.Hub
•Bekerja pada lapisan Physical
•Meneruskan sinyal
•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan
•Penggunaannya relatif  mudah dan harga yang terjangkau
•Hanya memiliki satu buah domain collision

c.Bridge
•Bekerja di lapisan Data Link
•Telah menggunakan alamat-alamat untuk meneruskan data ke tujuannya
•Secara otomatis membuat tabel penterjemah untuk diterima masing2 port

d.Switch

•Bekerja di lapisan Data Link
•Setiap port didalam swith memiliki domain collision sendiri-sendiri
•Memiliki tabel penterjemah pusat yang memiliki daftar penterjemah untuk semua port
•Memungkinkan transmisi secara full duflex (dua arah)

e.Router

•Router berfungsi menyaring atau memfilter lalu lintas data
•Menentukan dan memilih jalur alternatif yang akan dilalui oleh data
•Menghubungkan antar jaringan LAN, bahkan dengan WLAN



Macam Topologi

               Pengertian topologi Jaringan adalah susunan lintasan aliran data didalam jaringan yang secara fisik menghubungkan simpul yang satu dengan simpul lainnya. Berikut ini adalah beberapa topologi jaringan yang ada dan
dipakai hingga saat ini, yaitu:

•Topologi Star
               
Beberapa simpul/node dihubungkan dengan simpul pusat/host, yang membentuk jaringan fisik seperti bintang, semua komunikasi ditangani langsung dan dikelola oleh host yang berupa mainframe komputer.

•Topologi Hierarkis
               
Berbentuk seperti pohon bercabang yang terdiri dari komputer induk(host) dihubungkan dengan simpul/node lain secara berjenjang. Jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengatur kerja jenjang dibawahnya.

•Topologi Bus
               
Beberapa simpul/node dihubungkan dengan jalur data (bus). Masing2 node dapat melakukan tugas-tugas dan operasi yangberbeda namun semua mempunyai hierarki yang sama.

•Topologi Loop
               
Merupakan hubungan antar simpul/node secara serial dalam bentuk suatu lingkaran tertutup. Dalam bentuk ini tak ada central node/host, semua
mempunyai hierarki yang sama.

•Topologi Ring
               
Bentuk ini merupakan gabungan bentuk topologi loop dan bus, jika salah
satu simpul/node rusak, maka tidak akan mempengaruhi komunikasi node yang lain karena terpisah dari jalur data.

•Topologi Web
                
Merupakan bentuk topologi yang masing-masing simpul/node dalam jaringan dapat saling berhubungan dengan node lainnya melalui beberapa link.
Suatu bentuk web network dengan n node, akan menggunakan link sebanyak
n(n-1)/2.

                Dengan menggunakan segala kelebihan dan kekurangan masing2 konfigurasi, memungkinkan dikembangkannya suatu konfigurasi baru yang menggabungkan beberapa topologi disertai teknologi baru agar kondisi ideal suatu
sistem jaringan dapat terpenuhi.


 

Kamis, 01 Juli 2010

Menghitung Kecepatan Memori


oleh 'Ansy Dianzou


1.      Kartu Memori
Contoh: 128 MB – PC 2700
               Berapa bandwidthnya??

Jawab : Bus data Komputer : 64 bit (skrg dipakai)
             Satuan data 1 byte  :  8 bit
             >>Bandwidth = 64/8 x ? = 2700
                                                  ? = (2700 x 8) / 64
                                                  ? = 337,5 MHz
                                                     ≈ 400 MHz (mendekati)

2.      Prossecor
-          Kecepatan internal
-          Kecepatan eksternal (FSB) ----> Front Side Bus
-          Ratio Clock (multiplier)

Contoh : Diketahui : FSB Prossecor 400 MHz
                                  Multiplier 5X
               Ditanya : Bandwidth Prossecor
                              >>Bandwidth = 400 MHz x 5
                                                     = 2000 MHz
                                                     = 2 GHz
                                                    

Konversi Bilangan Komputer


oleh 'Ansy Dianzou


             Didalam dunia komputer kita mengenal empat jenis bilangan, yaitu bilang biner, oktal, desimal dan hexadesimal. Bilangan biner atau binary digit (bit) adalah bilangan yang terdiri dari 1 dan 0. Bilangan oktal terdiri dari 0,1,2,3,4,5,6 dan 7. Sedangkan bilangan desimal terdiri dari 0,1,2,3,4,5,6,7,8 dan 9. Dan bilangan hexadesimal terdiri dari 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E dan F.

Biner
Oktal
Desimal
Hexadesimal
0000
0
0
0
0001
1
1
1
0010
2
2
2
0011
3
3
3
0100
4
4
4
0101
5
5
5
0110
6
6
6
0111
7
7
7
1000
10
8
8
1001
11
9
9
1010
12
10
A
1011
13
11
B
1100
14
12
C
1101
15
13
D
1110
16
14
E
1111
17
15
F

Konversi Antar Basis Bilangan

            Sudah dikenal, dalam bahasa komputer terdapat empat basis bilangan. Keempat bilangan itu adalah biner, oktal, desimal dan hexadesimal. Keempat bilangan itu saling berkaitan satu sama lain. Rumus atau cara mencarinya cukup mudah untuk dipelajari. Konversi dari desimal ke non-desimal, hanya mencari sisa pembagiannya saja. Dan konversi dari non-desimal ke desimal adalah: 1. Mengalikan bilangan dengan angka basis bilangannya. 2. Setiap angka yang bernilai satuan, dihitung dengan pangkat NOL (0). Digit puluhan, dengan pangkat SATU (1), begitu pula dengan digit ratusan, ribuan, dan seterusnya. Nilai pangkat selalu bertambah satu point.

Konversi Biner ke Oktal

Metode konversinya, Pengelompokkannya berdasarkan 3 bit saja, maka hasilnya adalah:
1010 (2) = ...... (8)
Solusi: Ambil tiga digit terbelakang dahulu. 010(2) = 2(8)
Sedangkan sisa satu digit terakhir, tetap bernilai 1. Hasil akhirnya adalah: 12.

 

Konversi Biner ke Hexadesimal

Metode konversinya Pengelompokkannya sejumlah 4 bit.
Empat kelompok bit paling kanan adalah posisi satuan, empat bit kedua dari kanan adalah puluhan, dan seterusnya.
Contoh: 11100011(2) = ...... (16)
Solusi: kelompok bit paling kanan: 0011 = 3
kelompok bit berikutnya: 1110 = E Hasil konversinya adalah: E3(16)

 

 Konversi Biner ke Desimal

Cara atau metode ini sedikit berbeda.
Contoh: 10110(2) = ......(10)
diuraikan menjadi: (1x24)+(0x23)+(1x22)+(1x21)+(0x20) = 16 + 0 + 4 + 2 + 0 = 22
Angka 2 dalam perkalian adalah basis biner-nya. Sedangkan pangkat yang berurut, menandakan pangkat 0 adalah satuan, pangkat 1 adalah puluhan, dan seterusnya.

 

Konversi Oktal ke Biner

Sebenarnya, untuk konversi basis ini, haruslah sedikit menghafal tabel konversi utama yang berada di halaman atas. Namun dapat dipelajari dengan mudah.
Dan ambillah tiga biner saja.
Contoh: 523(8) = ...... (2)
Solusi: Dengan melihat tabel utama, didapat hasilnya adalah:
 3 = 011, 2 = 010, 5 = 101
Pengurutan bilangan masih berdasarkan posisi satuan, puluhan dan ratusan.
Hasil: 101010011(2)

 

Konversi Hexadesimal ke Biner

Metode dan caranya hampir serupa dengan konversi Oktal ke Biner.
Hanya pengelompokkannya sebanyak empat bit. Seperti pada tabel utama.
Contoh: 2A(16) = ......(2)
Solusi: A = 1010, 2 = 0010 Hasil: 101010(2).
 Dengan catatan, angka "0" paling depan tidak usah ditulis.

 

Konversi Desimal ke Hexadesimal

Ada cara dan metodenya, namun bagi sebagian orang masih terbilang membingungkan. Cara termudah adalah, konversikan dahulu dari desimal ke biner, lalu konversikan dari biner ke hexadesimal.
Contoh: 75(10) = ......(16)
Solusi: 75 dibagi 16 = 4, sisa 11 (11 = B).
Dan hasil konversinya: 4B(16)

 

Konversi Hexadesimal ke Desimal

Caranya hampir sama seperti konversi dari biner ke decimal.
Namun, bilangan basisnya adalah 16.
Contoh: 4B(16) = ......(10)
Solusi: Dengan patokan pada tabel utama, B dapat ditulis dengan nilai "11". (4x161)+(11x160) = 64 + 11 = 75(10)

 

Konversi Desimal ke Oktal

Caranya hampir sama dengan konversi desimal ke hexadesimal.
Contoh: 25(10) = ......(8)
Solusi: 25 dibagi 8 = 3, sisa 1.
Hasilnya dapat ditulis: 31(8)

 

Konversi Oktal ke Desimal

Metodenya hampir sama dengan konversi hexadesimal ke desimal.
Dapat diikuti dengan contoh di bawah ini:
31(8) = ......(10)
Solusi: (3x81)+(1x80) = 24 + 1 = 25(10)

Sistem Bilangan


oleh 'Ansy Dianzou


       I.      Definisi : adalah suatu system yang digunakan computer untuk melakukan proses aritmatik dalam bentuk binary (0/1).
Dalam berhubung proses computer sangat kompleks maka diperlukan kapasitas memory yang besar dengan menggunakan system bilangan decimal dan hexadecimal.
                                       
    II.      Jenis-jenis Sistem Bilangan :

Binary
Octal
Decimal
Hexadecimal
0000
0
0
0
0001
1
1
1
0010
2
2
2
0011
3
3
3
0100
4
4
4
0101
5
5
5
0110
6
6
6
0111
7
7
7
1000
10
8
8
1001
11
9
9
1010
12
10
A
1011
13
11
B
1100
14
12
C
1101
15
13
D
1110
16
14
E
1111
17
15
F

 III.      Contoh soal Konversi Bilangan Binary
1.      1011(2)     = ….. (8)  
2.      101101(2) = ….. (8)
3.      1011(2)     = ….. (10)
4.      101101(2) = ….. (10)
5.      1011(2)     = ….. (16)
6.      101101(2) = ….. (16)

 IV.   Konversi Decimal                             
1.      75(10) = ….. (2)                                     
2.      75(10) = ….. (8)                                   
3.      75(10) = ….. (16)                                  
                                                               
    V.      Konversi Octal                             
1.      123(8) = ….. (2)                                      
2.      123(8) = ….. (10)                                  
3.      123(8) = ….. (16)



 VI.      Tugas
1.      27(16) = 0010 0111 (2)
2.      27(16) = 0010 0111 (2) = 47 (8)
3.      27(16) = 39 (10)

VII.      Bilangan Pecahan
Contoh:
1.      0.11(2)   = ……. (10)
2.      0.25(8)   = ……. (10)
3.      0.25(16) = ……. (10)
       Jawab:
a.       1x2-1 + 1x2-2 = ½ + ¼ = 0.5 + 0.25 = 0.75
b.      2x8-1 + 5x8-2 = 2/8 +5/64 = 16/64 + 5/64 = 21/64 = 0.328125
c.       2x16-1 + 5x16-2 =  2/16 + 5/256 = 32/256 + 5/256 = 37/256 = 0.1445
     
VIII.      Arithmatic Fixed Point
Contoh:
1.      (45B7)16 + (C15)16 = 51CC
2.      (7AD1)16 + (399)16 = 7E6A
3.      (10111)2 + (1011)2 = 100010
4.      (11010)2 + (1110)2 = 101000
5.      (725)8 + (634)8 = 1561
6.      (257)8 + (346)8 = 625
7.      (257)10 + (346)10 = 603
Jawab:
1. 45B7                       2. 7AD1                      3. 0001 0111              
      C15(16)+                      392(16)+                  0000 1011(2)+
    51CC(16)                     7E6A                         0010 0010
     



HARDDISK


oleh 'Ansy Dianzou


       I.      Definisi : adalah alat penyimpan data/program dalam bentuk Disk + Drive dengan kapasitas besar dan disebut juga sebagai alat I/O.
                                       
    II.      Jenis-jenis :
1.  IDE (P.ATA)
·         Pin connector  40-1
·         Speed : 100-133 mbps
·         Kapasitas 10 MB

2.  SATA
·         Pin connector 10-12 pin
·         Speed 150 mbps
·         Kapasitas 3 TB
·         Rotasi 15,000 RPM

3. SCSI
·         Untuk Server jaringan
·         Interface Kartu SCSI

4. EXTERNAL HD
·         USB
o       Harga mahal
o       Komponen beban
o       Besar dan berat
o       Tidak bisa langsung untuk Sistem Operasi komputer

MEDIA OPTIC


oleh 'Ansy Dianzou


       I.      Definisi : adalah suatu peralatan penyimpan data/program berbentuk cakram/lempengan optic sebagai modifikasi dari Floppy (Disket).
                                       
    II.      Jenis-jenis :
1.  CD (Compact Disk)
2.  DVD (Digital Versatile Disk)

  III.     CD (Compact Disk)
Ø      Alat penyimpan data/program berupa media optic dengan kapasitas ±700 MB
Ø      Mempunyai 2 jenis, yaitu: CD-R (read only) & CD-RW (re-write able)
Ø      Alat pembaca & penyimpan CD disebut ODD (Optic Disk Drive)

 IV.      DVD (Digital Versatile Disk)
Adalah modifikasi dari CD dengan format yang sama, tapi kapasitas besar.

v     Jenis-jenis DVD
1.      Berdasarkan fisik
§         DVD-R
§         DVD-RW
2.      Berdasarkan kapasitas
§         SSSL (Single Side Single Layer), 4.7 GB
§         SSDL (Single Side Double Layer), 8.5 GB
§         DSSL  (Double Side Single Layer), 9.4 GB
§         DSDL (Double Side Double Layer), 17 GB


















BLUE RAY DISK


       I.      Definisi : adalah suatu suatu media (peralatan) memori external untuk penyimpanan data dengan kapasitas Besar. Dan merupakan modifikasi dari CD/DVD.
                                       
    II.      Jenis-jenis :
·         Terdapat 2 jenis Blue Ray, yaitu:
1.  Single Layer dengan kapasitas 25 GB
2.  Double Layer dengan kapasitas 50 GB
·         Alatnya disebut Blue Ray Drive (BRD)
·         Blue Ray Drive compatible dengan media CD/DVD dan Blue Ray
·         Harga $399 atau ± Rp400.000,-